This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Wednesday, March 6, 2013
MOTTO SIAP MENANG SIAP KALAH TETAP DIJUNJUNG TINGGI ( OLEH : EDWIN J GIRSANG )
Saturday, March 2, 2013
RELAWAN TRANSPARAN : HEMPASKAN KEJENUHAN SELAMA INI COBLOS NO. 4 AMRI-RE 7 MARET 2013
![]() |
| Jhonli Saragih |
Monday, February 25, 2013
POLUAN : TRANSPARAN USIA 50 TAHUN KEATAS TETAP EKSIS TERHADAP AMRI-RE SATU PUTARAN
“Tatapan kedepan Poluan 59 Tahun yang bernaung ditransparan usia 50 tahun keatas mengatakan tetap eksis terhadap Amri - RE dapat menang 1 putaran 30% + 1”; ujarnya dihadapan relawan usia 50 keatas seperti Edwin J. Girsang Pengamat Kompetisi CCS, Jhonli Saragih Mantan Pegulat Sumut, dan Masyarakat Catur Lansia Simalingkar di Lapo Amanta C. Siahaan Jl. Sawit Raya baru-baru ini.Sekwan DPRD Sumut Priode 2004-2009 Ditetapkan Tersangka
Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) diam-diam telah mengusut perkara dugaan korupsi penggunaan dana pengembalian Tunjangan Komunikasi Intensif (TKI) di Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sumut, masa bakti 2004-2009. Dalam perkara ini, penyidik pun telah menetapkan tersangka yaitu mantan Sekwan DPRD Sumut, Ridwan Bustam.
Dari penuturannya diketahui pula, tiga pejabat di DPRD Sumut telah diperiksa yaitu Kabag Keuangan Sekwan Nirmaraya Siregar, Bendahara Pengeluaran Sekwan, Muhammad Ali Nafia dan Sekwan DPRD Sumut tahun 2013 Randiman Tarigan.
Perkara ini bermula pada masa bakti 2004-2009 seluruh anggota DPRD Sumut menerima total dana TKI sebesar Rp7,4 miliar. Namun tahun 2007 keluar Peraturan Menteri Dalam Negeri No 21 Tahun 2007 yang menyatakan bahwa dana tersebut harus di kembalikan. "Setelah ditetapkan Permendagri, mereka harus mengembalikan dana yang telah diterima secara cicil. Pengembalian dana itu dimulai 2007-2010. Jadi disetorkanlah sekitar Rp3,4 miliar. Tapi ada sisa sekitar Rp4 miliar yang belum disetorkan ke kas daerah. Nah, dana inilah yang diduga, dipergunakan tersangka tidak sesuai peruntukannya," ungkap Marcos.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Marcos Simaremare, juga tak menapik informasi tersebut. Melalui selulernya, ia menyebutkan, penetapan tersangka kepada Ridwan, ditengarai pihaknya telah menemukan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), penggunaan dana pengembalian TKI pimpinan dan anggota DPRD Sumut masa bakti 2004-2009.
"Sudah. Berkaitan dengan pada saat itu anggota DPRD Priode 2004-2009, mendapat dana tunjangan komunikasi intensif sekitar Rp 7,4 milyar. Ternyata ada perubahan regulasi peraturan dalam negeri dan mereka disuruh mengembalikan dana tersebut. Namun yang disetor hanya Rp 3,4 milyar, sedangkan Rp 4 milyar belum disetor hingga sekarangan" urai Marcos, Senin (18/2).
Monday, February 18, 2013
TRANSPARAN : DUKUNG AMRI – RE SATU PUTARAN
Ketua DPRD SU tidak membantu wartawan Nasarani
Ketua LSM Penyambung lidah Zulkarnaen ketika diminta tangapanya oleh media online ini mengatakan saya kurang tahu apa penyebabnya kenapa saleh bangun sebagai ketua DPRD SU tidak membantu para wartawan yang beragama nasarani .Padahal partai demokrat tempat asal saleh bangun tidak ada membeda-bedakan antara agama islam dan nasarani .Kenapa yah pak saleh bangun berasal darai partai demokrat apakah kelupaan atau apa .
Atau mungkin panasnya calon gubernur sumatera utara apalagi salah satu kandidat berasal dari agama nasarani Atau karena itu atau tidak saya kurang tau ujar pak Zulkarnaen Menurut pengamanat media online ini Fraksi Demokrat DPRD SU juga tidak ada membantu para wartawan yang beragama nasarani padahal pada hari raya Idul Fitri 29 agustus 2012 mereka fraksi demokrat memberi bantuan pada wartawan yang beragana islam
(Barat)
Selamat jalan Faham Nasionalis di Indonesia
Ketika keluar pengumuman Verivikasi Faktual partai politik baru-baru ini partai PNI adalah salah satu partai politik yang tidak lolos verifikasi katanya
Kenapa ya Faham Nasionalis jangan ada di Indonesia kata Albertus Hutabarat Ketua LSM PPNI (Pemuda Penegak Nasionalis Indonesia) pada media online ini.
Padahal Partai Nasional Indonesia (PNI) adalah sangat punya andil besar dalam memerdekakan Negara Republik Indonesia 17 Agustus 1945
Partai ini didirikan oleh Ir Sukarno Bapak Proklamator kita yang beliau mengutamakan faham nasionalis yang artinya hasil kekayaan bangsa Indonesia untuk Indonesia sendiri bukan untuk keuntungan bangsa lain
Waktu itu kita masih dijajah Belanda Ir Sukarno mendirikan partai PNI dengan idiologi nasionalis .Kita miskin karena kita dijajah Belanda dan hasil bumi kita dibawa kenegeri Belanda .Coba kita merdeka semua hasil bumi kita niklmati.Dan semua pejabat bangsa Indonesia wah betapa enaknya .Idiologi Nasionalis inilah salah satu yang membuat Indonesia merdeka lepas dari penjajahan Belanda dan kita berhasil.
Aneh memang ketika Suharto dizaman orde baru partai ini dilarang ikut pemilu harus berfusi dengan Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Partai Murba), Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) dan juga dua partai keagamaan Partai Kristen Indonesia (Parkindo) dan Partai Katolik.menjadi partai demokrasi Indonesia (PDI)
Kalau tidak ada faham Nasionalis mana mingkin bias kita rebut Irian Jaya yang sekarang namanya Papua,dari Belanda ,Kalau tidak ada faham Nasionalis mana ada Perusaha BUMN di Indonesia Seperti PT Pertamina ,PT Kereta Api ,PTPN ,dan lainya .
Ketika reformasi bergulir muncul Partai Nasional Indonesia - Supeni,Partai Nasional Indonesia - Front Marhaenis,Partai Nasional Indonesia - Massa Marhaen dan ketiganya punya wakil di DPR RI. Tapi dengan beberapa taktik dari orang-orang bekas rezim orde baru mengeluarkan undang-undang pada pemili 2004 tinggallah partai Partai Nasional Indonesia Marhaenisme ada yang takut sekali dengan faham Sukarno .Ada yang ingin faham Nasionalis jangan lagi muncul di Indonesia dan harus tenggelam
Apasih yang sudah di buat Partai Demokrat di negara ini.Selamat jalan faham Nasionalis di Indonesia (barat)


















